Ditulis dalam Yogyakarta Green Clean | Leave a Comment »
(Nglebeng, 13/04/2008) Minggu bersih kali ini, anak-anak gembira. Di dekat penampungan sampah sudah disediakan kran untuk cuci tangan, dan tentu saja juga tersedia sabun. Sehingga sehabis mereka kerja bakti minggu bersih mengumpulkan samaph mereka bisa cuci tangan dengan sabun.
“Bersih Apngkal Sehat”
Ditulis dalam Yogyakarta Green Clean | Leave a Comment »
Nglebeng (April 2008) Dalam keikutsertaan Padukuhan Nglebeng dalam Yogyakarta Green & Clean, ada kegiatan replikasi, yang kita tafsirkan sebagai ajakan kepada warga padukuhan lain untuk juga melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan sampah dan penghijauan.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Yogyakarta Green Clean | Leave a Comment »
(Nglebeng, 6/04/2008) Adanya kegiatan Yogyakarta Green & Clean yang memberi kesempatan Padukuhan Nglebeng termasuk dalam 20 besar ini, ternyata memberi inspirasi bagi warga padukuhan Nglebeng untuk membuat kerajinan berbahan sampah. Kali ini karang Taruna beperan aktif untuk membuat kerjainan dari sampah-sampah bekas pembungkus yang mempubnyai warna menarik. Telah sukses dibuat sandal dan tas. sekarang tinggal inovasi dan berkreasi lagi, agar hasilnya lebih menarik, rapi, dan indah, tentu saja berfungsi. Hanya saja….. ternyata kami kurang bahan.. loh.. memang ditempat kami limbah yang begitu tidak terlalu banyak..jadinya.. ya beberapa temen harus berburu sampah plastik di luar padukuhan.
Ke depan kerajinan ini menjadi garapan serius bagi Karang Taruna, dibuktikan dengn adanya Seksi Kerajinan, seksi yang belum pernah ada dalam struktur pengurus Karang Taruna Sebelumnya.
“Ayo terus berkreasi dan berinovasi.”
Ditulis dalam Yogyakarta Green Clean | Leave a Comment »
(Nglebeng, 06/04/2008) Selama ini pengkomposan di Padukuhan Nglebeng baru secara alami dan sederhana. Sampah-sampah organik dimasukan ke dalam lubang sampah baik di halaman, kebun, atau sawah. Setelah penuh ditimbum, sehingga membusuk secara alami. Ini berbeda dengan warga di daerah padat yang harus memakai tempat khusus untuk pengkomposan, tetapi lahan kita cukup leluasa untuk membuat lubang-lubang sampah yang sekaligus resapan air.
Namunkali ini mumpung sedang giat menyambut Yogyakarta GreenĀ & Clean beberapa warga mencoba membuat kompos dengan bahan yang cukup melimpah di kebun-kebun salak dbimbing PPL Pertanian. Dengan harapan memperoleh ilmu pengkomposan dan berharap hasil kompos lebih berkualitas, siapa tahu bisa dijual….. kan seimbang dengan tenaga ekstra lebih yang dikeluarkan daripada pengkomposan alami biasanya.
Ditulis dalam Yogyakarta Green Clean | Leave a Comment »

















