(Nglebeng, 13/04/2006) Seksi Lingkungan Karang Taruna, menanam pohon jati di pinggir jalan utara dusun, dan menanam pohon sere di pinggir jalan selatan dusun.
“Hijau hijaulah hijau”
Arsip untuk ‘Yogyakarta Green Clean’ Kategori
Sebelum musim hujan habis…. Tanam pohon… tanam… hijaukan
Diposkan dalam Yogyakarta Green Clean pada April 14, 2008 | Leave a Comment »
Horeee sudah ada kran air…
Diposkan dalam Yogyakarta Green Clean pada April 14, 2008 | Leave a Comment »
(Nglebeng, 13/04/2008) Minggu bersih kali ini, anak-anak gembira. Di dekat penampungan sampah sudah disediakan kran untuk cuci tangan, dan tentu saja juga tersedia sabun. Sehingga sehabis mereka kerja bakti minggu bersih mengumpulkan samaph mereka bisa cuci tangan dengan sabun.
“Bersih Apngkal Sehat”
Replikasi : ibu-ibu, bapak-bapak, mas-mas, mbak-mbak… mongo anggenipun mbucal sampah dipun pisah
Diposkan dalam Yogyakarta Green Clean pada April 14, 2008 | Leave a Comment »
Nglebeng (April 2008) Dalam keikutsertaan Padukuhan Nglebeng dalam Yogyakarta Green & Clean, ada kegiatan replikasi, yang kita tafsirkan sebagai ajakan kepada warga padukuhan lain untuk juga melakukan kegiatan-kegiatan pengelolaan sampah dan penghijauan.
Menyulap sampah jadi indah….. bisakah…
Diposkan dalam Yogyakarta Green Clean pada April 14, 2008 | Leave a Comment »
(Nglebeng, 6/04/2008) Adanya kegiatan Yogyakarta Green & Clean yang memberi kesempatan Padukuhan Nglebeng termasuk dalam 20 besar ini, ternyata memberi inspirasi bagi warga padukuhan Nglebeng untuk membuat kerajinan berbahan sampah. Kali ini karang Taruna beperan aktif untuk membuat kerjainan dari sampah-sampah bekas pembungkus yang mempubnyai warna menarik. Telah sukses dibuat sandal dan tas. sekarang tinggal [...]
Mencari ilmu pengkomposan teknis
Diposkan dalam Yogyakarta Green Clean pada April 14, 2008 | Leave a Comment »
(Nglebeng, 06/04/2008) Selama ini pengkomposan di Padukuhan Nglebeng baru secara alami dan sederhana. Sampah-sampah organik dimasukan ke dalam lubang sampah baik di halaman, kebun, atau sawah. Setelah penuh ditimbum, sehingga membusuk secara alami. Ini berbeda dengan warga di daerah padat yang harus memakai tempat khusus untuk pengkomposan, tetapi lahan kita cukup leluasa untuk membuat lubang-lubang [...]